Arsip untukBroadchasting Multimedia

Contact Me

Ehm…. Minggu Ini Saya Bingung Banget. Bahkan Saya Bisa Di Bilang Mengalami Proses Pembunuhan Daya Kreativitas. GimanaNggak???!!! Beberapa Hari Ini Saya Hanya Duduk Di Depan Laptop Kakak Saya. Melihat Dan Mengupdate Sejumlah Accaunt Yang Saya Miliki Seperti Blog Dan Wall Pada Facebook Ataupun Melihat Email Sapa Tau Aja AdaKiriman Duit :p Bahkan Tempat Untuk Saya Menuangkan Isi Hati sedikit Banyak Lemotnya.

Udah Badan Capek Jangan Sampai Deh Miskin Ilmu :p. Saya Mulai Gila Dengan Aktivitas Yang Begini-Begini Saja. Dengan Semangat Dan Tekat 45 saya Untuk Mengusir Kebosenan, Saya Otak-Atik Photoshop. Bermaksud membuat Animasi Muka Saya Tapi Yang Terjadi Akhirnya Bim Salabim… Jadi Deh Gambar Say Thanks Yang Kini saya pajang menjadi panel Terimakasih bagi pengunjung blog saya yang baik Hati Tidak Sombong Dan Rajin Menjarah :p

Sekalian Promosi:

  1. Saya Lulusan SMK Negeri 1 Surabaya Dengan Keahlian Teknik Produksi Program Pertelevisian. Saya Sangat berminat sekali dalam Penulisan Naskah/Script Film Televisi dan sangat bersedia menerima Project Script sesuai Pesanan Dengan Tenggat Waktu sesuai Negosiasi Bersama.
  2. Saya Menyukai Hal-Hal Yang Bersifat Kreatif dan Saya Sangat Ingin Sekali Berkecimpung dalam Dunia Broadchast. Karena Broadchast menurut saya adalah Jendela Informasi.
  3. Selain Broadchast, saya Juga Berminat sebagai Wartawan. Karena Sejak SMK Awal Saya Sudah Terbiasa Dengan Penulisan Berita dan Segala Bentuk Penyampaian Berita.

Jika Anda Membutuhkan Jasa Seperti Di Atas Dapat Menghubungi Saya via email, telpon dan sms ataupun bertemu langsung (hanya di wilayah sekitar surabaya)…

Email :  Dhevinesia@yahoo.com
Telepon dan SMS : 085655216317
Facebook: Devi Watson
Bertemu Langsung : hanya di daerah surabaya
Sekian Postingan Saya, Terimakasih :)

BuddyPress : Blog Berfitur Social Network

Bagi Para Blogger Mungkin sudah Tidak Asing Lagi dengan WordPress. WordPress adalah sebuag Blog yang tidak mempunyai kemampuan Untuk Melakukan Pertalian Seperti Social Network Yang Marak Pada Saat Ini.

Padahal sistem pertalian ini mempumyai peran yang sangat Besar Pada Social Network Untuk bisa menambahkan membernya. Memang sistem ini cukup Efektif dalam menjaring masa yang besar di dunia Internet dan ini tidak bisa dipungkiri lagi. Sistem Pertalian inilah yang mengilhami untuk menggabungkannya dengan sebuah Blog. Munculnya BuddyPress ini memang masih tergolong baru, Dan sampai saat ini masih pada tahap Test Drive.

BuddyPress Sendiri merupakan sebuag Blog Yang telah diIntegrasikan dengan social Network. Jadi para Blogger WordPress tinggal mengisi Form Khusus untuk bisa menggunakan BuddyPress.

Tampilan BuddyPress ini sekilas mirip seperti Tampilan WordPress pada umumnya, Tetapi BuddyPress Di Klaim sebagai Social Network. social Network yang terdapat pada BuddyPress ini adalah kemudahan dimana nantinya user bisa melakukan Add pada member lain.

Produksi Film

Suasana Pengambilan Gambar

Sebelum membuat cerita film, kita harus menentukan tujuan pembuatan film. Hanya sebagai hiburan, mengangkat fenomena, pembelajaran/pendidikan, dokumenter, ataukah menyampaikan pesan moral tertentu. Hal ini sangat perlu agar pembuatan film lebih terfokus, terarah dan sesuai. Mengembangkan naskah ke dalam program video siap pakai melalui tahapan-tahapannya : Tahap Pra Produksi, Tahap Produksi, Tahap Pasca Produksi … continue reading this entry.

Menarik Expresi Penonton

Telah disebutkan sebelumnya, secara sederhana film dapat diartikan sebagai cerita yang dikisahkan kepada penonton melalui rangkaian gambar bergerak. Kita bukan hanya bercerita, tetapi kita “bercerita kepada penon¬ton”. Dengan demikian menjadi penting bagi kita untuk memahami reaksi penonton saat cerita dituturkan. … continue reading this entry.

Karakteristik Dalam Sknenario

Karakter adalah sarana untuk membawa penonton kedalam perjalanan emosinya. … continue reading this entry.

FILM SEBAGAI MEDIA TRANSFORMASI PENDIDIKAN

Ketika seseorang menenteng kamera, baik kamera film, video, fotografi, jarang yang memperhatikan peralatannya, bahwa salah satu dari bagian dari peralatan tersebut adalah lensa.
Barangkali karena lensa tidak terlihat, maka kita kurang memperhatikan teknologi ini – cara kerja dan pengaruhnya pada kehidupan kita – sementara kita melahap hasilnya/produknya setiap hari, yang mana diproduksi untuk konsumsi kita oleh kita dan oleh orang lain. Sebetulnya banyak yang dapat dipelajari dari keadaan yang kita anggap sudah demikian adanya atau yang kita sudah terima sebagaimana adanya ; tentu masalahnya terletak pada kejelian kita untuk mengidentifikasi (mengenali) anggapan atau asumsi yang demikian yang sudah diterima secara diam-diam oleh kebanyakan orang. Lensa – kata ini mengindikasikan bahwa kebanyakan orang menganggap bahwa lensa adalah suatu benda yang bersifat objektif dan netral. Sudah jelas bahwa kebanyakan pengguna kamera, teleskop, teropong ganda (binocular) dan instrumen berlensa lainnya tidak memberi perhatian kepada lensa yang merupakan bagian dari alat yang mereka gunakan. Dapat dikatakan bahwa ketika melihat gambar yang dihasilkan lensa – yaitu film, video dan fotografi – sedikit orang yang memikirkan jasa lensa dalam menghasilkan produk-produk tersebut.
Lensa pertama yang digunakan manusia adalah matanya sendiri. Dengan demikian mata merupakan perpanjangan dari tangan, yang memungkinkan kita bukan saja untuk lari menyelamatkan diri tetapi juga untuk melihat/memantau, dan untuk menentukan apakah sesuatu objek berada dalam jarak raih, serta berencana untuk meraih objek yang berada diluar jangkauan. Demikian pula lensa artificial (buatan) adalah alat perpanjangan jarak penglihatan mata.

Melalui alat proyektor film seluloid menjadi satu media yang bisa dilihat banyak penonton. Awalnya tayangan ini sangat sederhana namun mempunyai suatu sensasi yang luar biasa. Tontonan ini mempunyai pesona bahwa apa yang dilihat penonton merupakan suatu peristiwa atau benda nyata. Gambar-gambar ini menimbulkan illusi yangkuat sekali pada kita bahwa apa yang diproyeksikan pada layer sungguh-sungguh kenyataan.(D.A. Peransi,2005:3).
Apakah yang dimaksud dengan film ? Menurut Undang-undang Perfilman, film dide-finisikan sebagai karya cipta seni dan budaya yang merupakan media komunikasi massa pandang dengar yang dibuat berdasarkan asas sinematografi dengan direkam pada pita seluloid, pita video, piringan video, dan/atau bahan hasil penemuan teknologi lainnya dalam segala bentuk, jenis dan ukuran melalui proses kimiawi, proses elektronik, atau proses lainnya, dengan atau tanpa suara, yang dapat dipertunjukkan dan/atau ditayangkan dengan system proyeksi mekanik, dan/atau lainnya.

Sementara itu, seiring dengan pesatnya perkembangan media informasi dan komunikasi, baik perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software), akan membawa perubahan bergesernya peranan pengajar sebagai penyampai pesan/informasi. Ia tidak bisa lagi berperan sebagai satu-satunya sumber informasi bagi kegiatan pembelajaran anak didiknya. Mereka dapat memperoleh informasi dari berbagai sumber-terutama dari media media massa, apakah dari melihat film melalui vcd/dvd atau siaran televisi dan radio (media elektronik), surat kabar dan majalah (media cetak), komputer pribadi, atau bahkan dari internet.

1. Film telah begitu memasyarakat;.

2. Film berpengaruh terhadap proses sosialisasi;

3. Orang-orang lebih mengandalkan informasi yang berasal Film/TV daripada
dari orang lain;

4. Pengajar perlu memberdayakan film sebagai penunjang pembelajarannya; dan

5. Para orang tua, pendidik, dan peserta didik baik secara sendiri-sendiri maupun secara
bersama-sama, dapat meminimalisasikan pengaruh negatif media massa dan
mengoptimalkan dampak positifnya.

Dari sini, maka dapatlah ditarik memberdayakan film sebagai sumber pembelajarannya secara efektif ?, dan Apakah para peserta didik sudah memanfaatkan film sebagai sumber pembelajaran. Tentu saja untuk menjawabnya diperlukan sebuah pembuktian.
Pendidikan tidak mungkin dapat terselenggara dengan baik bilamana para tenaga kependidikan maupun para peserta didik tidak didukung oleh sumber belajar yang diperlukan untuk penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar yang bersangkutan.

Editing Video yuk

Em… Kawan2 sekalian yang mungkin lagi baek mau mengunjungi Blogku ini. Guys… Pernah mikir gak karya yang besar berada pada tangan dingin seseorang. bayangin aja deh bila dirimu mungkin nanti jadi salah satu yang Hebatlah. Gue mau bagi deh maybe disini masih ada manusia yang gak ngerti soal editnig.

… continue reading this entry.

FILM GAYA MENEMBAK

GAYA INI DAPAT DIGUNAKAN DI (DALAM) KEDUA-DUANYA
BIDANG DAN STUDIO

Filmkan tembak menembak gaya economicaly efficent dalam kaitan dengan penghematan waktu dan material ( tape atau film) yang digunakan. film Pembuat mempercayakan [atas/ketika] [satu/ orang] kamera untuk mayoritas dari semua gambar hidup yang (mana) sudah pernah dibuat. Ongkos film dan berbagai biaya-biaya untuk anak kapal dan bakat, pembayaran penempatan lebih dan orang banyak biaya lain-lain dilibatkan dengan pembuatan film memerlukan pembuat bioskop untuk memikirkan short-cuts. Filmkan[lah tembak menembak gaya adalah jalan pintas seperti itu. … continue reading this entry.

« Tulisan sebelumnya