Karakter adalah sarana untuk membawa penonton kedalam perjalanan emosinya. Adalah “melalui” karakter penonton mengalami emosi-emosinya sepanjang perjalanan cerita. Cerita yang relatif sederhana, menjadi kompleks melalui pengaruh dari karakter. Karakter yang dilukiskan dengan baik mendapatkan sesuatu dalam partisipasinya dalam cerita, dan cerita mendapatkan sesuatu dari keterlibatan karakter. Adalah karakter yang memberi dimensi cerita dan menggerakkan cerita dalam arah yang baru dan menentukan alur cerita atau plot, sehingga dapat dikatakan karakter adalah sebab dan plot adalah efek.
Cerita (story) mengisahkan tentang manusia (karakter) dan yang mereka lakukan (action). Action pada dirinya sendiri tidaklah eksis. Seseorang harus melakukan action. Sebaliknya, tidak mungkin mengetahui manusia tanpa action-nya. Film memperlihatkan karakter dalam action-nya. Kita melihat mereka sebagai manusia di dalam alam film. Karakter efektif memperlihatkan suatu kesan bahwa mereka adalah “orang yang sebenarnya”.
Perilaku manusia, meskipun kelihatannya tak terduga, tak pernah terjadi secara kebetulan. Karakterisasi mencakup semua fakta-fakta tentang kemanusiaan, yang membentuk karakter menjadi unik dan individual.
Untuk mengetahui fakta-fakta kemanusiaan, kita harus memiliki pengetahuan yang mencukupi tentang dirinya. Kita harus mengetahui umurnya, misalnya, karena umur berbeda memberikan perilaku yang berbeda. Juga apakah dia laki-laki atau perempuan. Kita harus tahu profesi dan jabatannya. Juga hubungannya dengan orang lain. Kita akan menemukan dari sekian banyak pekerja, karakter individual membedakan antara pekerja yang satu dengan pekerja lainnya. Maka karakter seseorang merupakan perbedaan akhir yang membedakannya dengan yang lain. Karakter efektif adalah karakter yang unik dengan karakteristik mereka yang individual (a unique human being).
Tentusaja karakter tidak hanya menunjukkan satu karakteristik semacam pemarah atau bodoh misalnya. Orang bisa jahat tapi juga pintar dan teguh pendirian. Beberapa action sepanjang cerita bisa memperlihatkan beberapa karakteristik dari karakter, yang dapat dibangun dari tiga dimensi kemanusiaan (a human being) seseorang yang dihasilkan dari pengalaman-pengalaman masa lalunya, yaitu:
1. fisik (fisionomi)
2. psikis, dan
3. sosiologis.
