Arsip untukSeptember, 2008

FILM GAYA MENEMBAK

GAYA INI DAPAT DIGUNAKAN DI (DALAM) KEDUA-DUANYA
BIDANG DAN STUDIO

Filmkan tembak menembak gaya economicaly efficent dalam kaitan dengan penghematan waktu dan material ( tape atau film) yang digunakan. film Pembuat mempercayakan [atas/ketika] [satu/ orang] kamera untuk mayoritas dari semua gambar hidup yang (mana) sudah pernah dibuat. Ongkos film dan berbagai biaya-biaya untuk anak kapal dan bakat, pembayaran penempatan lebih dan orang banyak biaya lain-lain dilibatkan dengan pembuatan film memerlukan pembuat bioskop untuk memikirkan short-cuts. Filmkan[lah tembak menembak gaya adalah jalan pintas seperti itu. … continue reading this entry.

PEMENTASAN [ADALAH] PEMAIN SANDIWARA

PEMENTASAN [ADALAH] PEMAIN SANDIWARA

Selalu mempunyai pemain sandiwara mu [sebagai/ketika] jauh dari dinding yang di-set [sebagai/ketika] mungkin.Kamu harus tidak menempatkan pemain sandiwara dekat dengan dinding dari menetapkan sebab tidak akan mampu [menyalakan/ menerangi] [mereka/nya] dengan tepat, mereka akan melempar bayang-bayang [yang] kamu tidak ingin, dan pencahayaan yang di-set akan [jadi] dikacaukan. … continue reading this entry.

KONFLIK DUA PENCAHAYAAN DALAM TEATER

KONFLIK DUA PENCAHAYAAN DALAN TEATER

1. PENCAHAYAAN UNTUK YANG DI-SET

2. PENCAHAYAAN UNTUK PERFORMER(S)

Dua kebutuhan pencahayaan berbeda ini adalah [di mana/jika] permasalahan mulai untuk [muncul/bangun]. Mecahkan[lah konflik antar[a] pemain sandiwara [yang] menerangi dan pencahayaan yang di-set adalah apa [yang] memerlukan banyak waktu banyak . Kamu akan [jadi] memanjat tangga dan [cahaya/ ringan] ber/gerakkan- meletakkan ‘gel’ agar-agar atau layar pada [atas] [mereka/nya]- pemusatan kembali- dan bahkan mengubah bohlam/gelembung. Jika kamu adalah keberuntungan [yang] kamu akan mempunyai suatu papan lebih suram yang tersedia dan dapat melakukan penyesuaian intensitas dari [menyalakan/ menerangi]. gudang Pintu pada [atas] peralatan tetap akan menghalangi [cahaya/ ringan] dari kilauan pada [atas] area, yang (mana) kamu tidak ingin dinyalakan. … continue reading this entry.

Di SET dan DESIGN

KONSTRUKSI YANG DI-SET DAN DISAIN

Jika kamu mempunyai pengalaman di (dalam) teater [yang] kamu mempunyai suatu start terdepan, dan jika kamu benar-benar dibantu membangun dan mengecat sepatu tumit rata [yang] kamu sungguh di depan. Semua yang kamu sudah mempelajari sekitar teater secara langsung dapat digunakan untuk studio televisi. Kamu mengecat harus sempit lebih baik daripada teater nya sebab penonton ( kamera) apakah semakin dekat.

Sepatu tumit rata dan penempatan mereka menggambarkan [ruang;spasi], pemain sandiwara mu yang (mana) akan pindah;gerakkan di dalam. Kekayaan ( tabel- kursi- dll.) akan menentukan bagaimana mereka bisa pindah;gerakkan di dalam [ruang;spasi].

Kamu harus mempercayakan atas televisi memonitor ketika menghakimi bagaimana nampak/wajah yang di-set [itu]. Sudut pandang mu sebagai orang yang berdiri di (dalam) yang di-set tidaklah ingin menjadi sama halnya kamera lihat yang di-set.

Di (dalam) teater yang perancang akan sering membangun suatu model [yang] kecil [menyangkut] yang di-set sehingga mereka dapat mendapat/kan rasa dari sudut pandang [adalah] pendengar akan mempunyai. Ini akan suatu yang baik gagasan untuk manapun pesawat televisi perancang.

TELEVISI LAHAN KEBUTUHAN

SEKARANG UNTUK TELEVISI KEBUTUHAN

Audio menjadi perbedaan yang pertama, [di mana/jika] di (dalam) Teater [adalah] pemain sandiwara harus merancang kepada punggung dari ruang, Di (dalam) televisi [yang] kamu harus menggunakan mikropon untuk menangkap pidato/suara mereka ( atau Musik). Ini adalah satu [menyangkut] porsi [yang] paling sulit dari menetapkan sudah waktunya manapun produksi. Kebutuhan. Mikropon

1. Lavaliere

2. mikropon [tabel;meja] atau Posisi

3. Aum[lah mikropon

4. Mikropon Tanpa kawat

Di sini kita mulai untuk belajar ruang kendali. Istilah editing online digunakan untuk proses, yang (mana) berlangsung di sini. Kamu sudah [merealisir/sadari] produksi studio ini adalah dependent di atas regu individu, pre-production pekerjaan sekarang akan [jadi] dibenarkan oleh ciptaan suatu program. Audio Mixer

1. tingkatan mengendalikan

2. EQ kendali

KAMERA

1. yang dioperasikan ( yang diawaki) kamera

2. yang ditetapkan;perbaiki ( un-manned) kamera

KENDALI

1. Video Tombol

ruang kendali Lain peralatan dan Posisi

1. Tape- untuk/karena penyisipan ke dalam program

2. Karakter Generasi- Curam- Kredit

3. Musik dari- CD’S- Kaset

Jika program adalah suatu [tinggal/hidup] produksi, Suatu insinyur siaran atau cable-caster akan mengendalikan keluaran kepada kabel/telegram atau antena.

Jika program adalah suatu panggilan di (dalam) produksi, Telepon dan peralatan yang terkait akan [jadi] diperlukan. Keputusan untuk menerima [tinggal/hidup] mengundang waktu riil atau siaran program mu pada [atas] suatu penundaan tape akan [jadi] dibuat. Barangkali suatu operator akan merekam pertanyaan dan permainan [itu] ketika on-air bakat adalah siap untuk suatu pertanyaan. [Yang] akhirnya suatu operator akan mengambil mempertanyakan dan tulis [mereka/nya] untuk bakat untuk membaca dan menjawab.

Lighting

PENCAHAYAAN GENGGAMAN

Di sini adalah sebagian dari keputusan yang mana [cahaya/ ringan] Anak kapal harus membuat [ketika;seperti] mereka bekerja, unsur-unsur dari perkakas penerangan. Pencahayaan teknik dan direktur [yang] pada umumnya bekerja sama dengan anak kapal lain. perancang Yang di-set boleh main suatu peran di sini juga. mekanik seni dan Tugas-Tugas, permainan bergandengan tangan di sini.

Semua teknik untuk pencahayaan untuk foto keheningan boleh juga diberlakukan bagi menerangi [yang] di-set mu. Banyak buku ada pada [atas] pencahayaan kreatif untuk fotografi.

1. Penempatan

2. kendali ( pergerakan dan papan lebih suram)

3. Menswitch

4. ‘Gel’ agar-agar( warna)

5. mengarahkan[lah [cahaya/ ringan] V mencerminkan [cahaya/ ringan]

6. penggunaan bayang-bayang

7. Lampu sorot(panggung)

8. [Kerikil isian] [menyalakan/ menerangi]

9. 3 tiga titik [yang] menerangi

10. Sorot[lah

MENETAPKAN

Ada berbagai buku pada [atas] seni [dari;ttg] disain di-set dan sistim pembangunan menulis untuk teater, aku tidak mengetahui manapun [yang] [di]tertulis untuk studio televisi.

1. Sepatu tumit rata

2. Akhir

3. Kekayaan

4. Perubahan yang di-set

SEKARANG UNTUK TELEVISI KEBUTUHAN

Audio menjadi perbedaan yang pertama, [di mana/jika] di (dalam) Teater [adalah] pemain sandiwara harus merancang kepada punggung dari ruang, Di (dalam) televisi [yang] kamu harus menggunakan mikropon untuk menangkap pidato/suara mereka ( atau Musik). Ini adalah satu [menyangkut] porsi [yang] paling sulit dari menetapkan sudah waktunya manapun produksi. Kebutuhan. Mikropon

1. Lavaliere

2. mikropon [tabel;meja] atau Posisi

3. Aum[lah mikropon

4. Mikropon Tanpa kawat

Di sini kita mulai untuk belajar ruang kendali. Istilah editing online digunakan untuk proses, yang (mana) berlangsung di sini. Kamu sudah [merealisir/sadari] produksi studio ini adalah dependent di atas regu individu, pre-production pekerjaan sekarang akan [jadi] dibenarkan oleh ciptaan suatu program. Audio Mixer

1. tingkatan mengendalikan

2. EQ kendali

KAMERA

1. yang dioperasikan ( yang diawaki) kamera

2. yang ditetapkan;perbaiki ( un-manned) kamera

KENDALI

1. Video Tombol

ruang kendali Lain peralatan dan Posisi

1. Tape- untuk/karena penyisipan ke dalam program

2. Karakter Generasi- Curam- Kredit

3. Musik dari- CD’S- Kaset

Jika program adalah suatu [tinggal/hidup] produksi, Suatu insinyur siaran atau cable-caster akan mengendalikan keluaran kepada kabel/telegram atau antena.

Jika program adalah suatu panggilan di (dalam) produksi, Telepon dan peralatan yang terkait akan [jadi] diperlukan. Keputusan untuk menerima [tinggal/hidup] mengundang waktu riil atau siaran program mu pada [atas] suatu penundaan tape akan [jadi] dibuat. Barangkali suatu operator akan merekam pertanyaan dan permainan [itu] ketika on-air bakat adalah siap untuk suatu pertanyaan. [Yang] akhirnya suatu operator akan mengambil mempertanyakan dan tulis [mereka/nya] untuk bakat untuk membaca dan menjawab.

Sript Andhe-Andhe Lumut NEW VERSION

SCENE 1 (di sekitar jln Smea)

Di siang hari itu Klenting Kuning bertemu dengan seorang pengemis tua. Pengemis itu kelihatannya kehausan. Klenting Kuning itu meresa tidak tega melihatnya. Akhirnya dia memberi minum pada pengemis tua itu.

Klenting Kuning : Nek, sepertinya nenek kehausan. Berhentilah sebentar. Aku akan ambilkan minum untuk nenek.

Pengemis tua : Terima kasih cah ayu, aku akan menunggumu disini.

Klenting Kuning : Ini nek, minumnya. Nenek minum dulu!.

Pengemis tua : terima kasih nak, ini aku punya imbalan buat kamu. Karena kamu udah mempunyai hati yang baik. Terimalah pemberianku ini.

Klenting Kuning : Terima kasih nek, tapi ……? bukankah ini sebuah entong? Untuk apa entong ini nek? Nek….nek….nek…. dimana nenek itu ? kenapa dia cepat sekali menghilang. Padahal aku belum tau buat apa beliau memberi aku sebuah entong ini

SCENE 2 ( di sekitar jln Smea )

Tiba – tiba Klenting Kening mendengar suara pengemis tua itu. ” Anak manis…..simpan benda itu sebaik-baiknya, karena suatu saat kamu akan membutuhkan benda itu untuk membantumu dalam perjalanan menmukan Pangeran pujaan hatimu ”. Laulu suara itu menghilang.

Klenting Kuning : Terima kasih nek ? aku akn menjaga baik – baik benda pemberian nenek itu.

SCENE 3 ( depan Studio )

Di sore hari klenting kuning menyendiri di depan pintu rumahnya.

Klenting kuning : Ya Allah, apakah selamanya aku akan slalu hidup dalam kesengsaraan ini ya Allah?? Aku menyayangi ibu dan kakakku. Tetapi mengapa mereka begitu jahat padaku. Adakah suatu hari ku temukan kebahagiaan??.

SCENE 4 ( Studio )

Disaat klenting kuning merenungi nasibnya datanglah klenting biru, hijaudan klenting merah, dengan raut muka merah.

Klenting merah : He…! klenting kuning, kamu ko’ enak-enakan bengong disini sich? Kita tuch dari tadi nyari’in kamu tau ?!!.

Klenting biru : iya nech, kamu tuch dasar dekil….!!

Mana bau banget lagi….! ih…… jijik bgt dech!!!!

Klenting hijau : Udah ka’, kita ga’ usah lama-lama dekat dia, bau’ banget!!!

Klenting merah : Ya udah! Eh…… klenting kuning aku tugasin sama kamubuat kerjain tugas – tugas sekolah kita.

Klenting hijau : Iya awas lho, kerjain yang benar……!

Klenitng biru : Kalau sampai ada yang salah, kita akan memberi hukuman sama kamu tau?!!! Ya udah kita cepat pergi ga’ tahan deh lama-lama dekat si dekil nich!!

Klenting merah : Ya udah, aku juga ga’ tahan. Inget ya klenting kuning tugas ini harus selesai nanti malam. Awas kalau telat! Ya udah, ayo adik-adik kita pergi!.

Klenting hijau, merah, biru : Awas lho, kerjain yang benar!.

Klenting kuning : Iya kak, akan aku selesaikan malam ini juga.

Malam harinya klenting kuning dapat menyelesaikan semua tugas itu dan diberikan langsung kepada kakak-kakaknya. Keesokan harinya berjalan seperti biasa semua tugas rumah dibebankan kepada klenting kuning. Suasana rumah yang tadinya hening menjadi ramai dikarenakan informasi yang dibawakan Mbok’ Rondho kepada anak-anaknya.

Mbok’ Rondho : Hay anak-anakku, klenting merah, klenting kuning, klenting biru. Sini sayang…! ada kabar untuk kalian.” seorang Pangeran dari kerajaan sebrang sedang mencari permaisuri”.

Klenting merah : Wah…..! berarti kita harus cepat-cepat melamar Pangeran itu donk ma?!.

Mbok’ Rondho : Tepat sekali anakku.

Kelnting hijau : Pasti aku yang terpilih. Aku kan cantik gitu??!.

Klenting Biru : Pasti aku yang terpilih. Aku kan lebih cantik dari kamu?.

Klenting merah : Eh….jangan salah kakakmu yang satu ini masih jauh lebih cantik tau?!.

Mbok’ Rondho : Udah-udah hentikan! Jangan bertengkar donk anak-anakku! Lebih adil lagi gimana kalau kalian bertiga ikut melamar sang Pangeran tampan itu. Gimana????.

Klenting Biru : Iya kak’, itu lebih adil. Kita harus bersaing secara sportif. Daripada kita bertengkar mending kita ikut melamar sama-sama. Gimana??.

Klenting Hijau : Iya aku setuju…….!!!!.

Klenting Merah : Ya udalah, daripada kita bertengkar. Aku juga setuju dech!!!.

Mbok’ Rondho : Nah….gitu donk anak-anakku sayang. Jadi ga’ akan ada yang bertengkar. Sekarang kita harus pikirin kostum apa yang akan kita pakai untuk melamar ketempat Pangeran! Ayo coba pikirkan sekarang…..!.

SCENE 5 ( Studio )

Tiba-tiba klenting kuning mendengar percakapan mereka, akhirnya ikut berkata.

Klenting Kuning : Maaf kalau saya ikut campur. Ma, bolehkah saay ikut melamar sang Pangeran dari negeri sebrang itu?? Maaf, Ma tanpa sengaja tadi saya mendengarkan percakapan antara mama sama kakak.

Mbok’ Rondho : Ya tidak apa-apa. Oh kamu juga mau ikut melamar sang Pangeran?!.

Klenting Merah : Apa ……??!! Si dekil mau ikut melamar sang Pangeran yang tampan itu??

Mendengar kata-kata klenting merah. Klenting hiaju dan klenting biru tertawa terbahak-bahak menertawakan klenting kuning.

Mbok’ Rondho : Sudah-sudah jangan ramai. Klenting kuning kamu boleh ikut melamar Pangeran.

Klenting Merah : Mama….! Kenapa kok’ dibolehi sich?!! Dia Cuma malu-maluin keluarga kita aja!. Lihat dech mukanya yang dekil itu, bau’ lagi……! Ih…..!.

Klenting Biru : biarin aja dech kak’! lagian dia ga’ akan mungkin terpilih, liat dari penampilannya yang dekil itu dan badannya yang sangat menyengat.

Klenting Hijau : Iya kak’! Ga’ mungkinlah Pangeran tampan itu memilih gadis sedikil dia. Kalau dibandingkan sama kita-kita sich! Jauh……yaw..!!.

Klenting Merah : Ya udah kamu boleh ikut. Tapi lihat aja siapa yang bakalan dipilih oleh sang Pangeran.

Mbok’ Rondho : Ya udah, kalian sudah sepakat kan? Semuanya harus sportif! Ga’ boleh ada yang curang. Sekarang kita pikirkan pakaian yang akan kalian pakai dalam melamar sang Pangeran.

Klenting Kuning : Jadi saya boleh ikut melamar sang Pangeran ma?

Mbok’ Rondho :Iya, kamu boleh ikut klenting kuning.

Klenting kuning : Terima kasih ma.

Mbok’ Rondho : Ya udah sana, terusin kerjaanmu!.

Klenting Kuning : Baik ma, terima kasih semuanya. Permisi…..

SCENE 6 ( Studio )

Klenting Kuning meneruskan pekerjaannya. Sedangkan Mbok’ Rondho dan para klenting-klenting yang lain membicarakan kostum yang akan dipakai.

Mbok’ Rondho : Gimana anak-anak ku ? apa kalian sudah daapt ide baju apa yang akan kalian pakai nanti ?.

Klenting Biru : Bagaimana kalau kita memakai baju kebaya yang sesuai dengan warna nama kita ?.

Klenting Merah dan Hijau : Iya kita setuju !.

Mbok’ Rondho : Ya udah, sekarang kostum udah kalian tentukan. Sekarang kalian semua istirahat biar besok pagi wajah kalian kelihatan segar.

Klenting Merah, Hijau, Biru : Ya udah ma, kita istirahat dulu ya ? Da……mama…….

Mbok’ Rondho : Klenting kuning……..!

Klenting Kuning : Iya ma ada apa ??.

Mbok’ Rondho : Sekarang juga kamu istirahat, kamu pasti capek kan ?.

Klenting Kuning : Terima kasih ma, kalau gitu saya permisi dulu.

SCENE 7 ( Studio & kenjeran )

Keesokan paginya para klenting-klenting ribut dengan dandanannya. Karena hari ini mereka akan pergi melamar sang Pangeran. Wajah-wajah klenting Mera, klenting Biru dan klenting Hijau kelihatan gembira, karena mereka merasa cantik. Dan mereak yakin, salah satu diantara mereka pasti terpilih. Tapi klenting kuning beda, dia kelihatan sedih karena dia sebenarnya malu dengan keadaannya. Tapi dia tetap yakin ikut melamar sang Pangeran. Berangkatlah para klenting-klenting itu menuju rumah Pangeran. Tapi ditengah jalan para klenting itu mendapat masalah. Mereka harus menyebrangi lautan jika ke rumah sang Pangeran. Di sana tak terdapat kapal ataupun rakit. Akhirnya, para klenting bingung bagaimana caranya agar dapat menyebrangi lautan itu ?. tiba-tiba munculah seorang Yuyu besar yang terkenal dengn nama ”Yuyu Kangkang”.

Yuyu Kangkang : Hay, gadis-gadis cantik. Mengapa kalian disini ?

Klenting merah : Yuyu kangkang, sebenarnya kita mau menyebrangi lautan ini. Agar kita dapat menuju rumah Pangeran yang ada disebrang sana. Tapi kita bingung dengan apa kita harus menyebranginya ? sedangkan disini tidak ada apa-apa.

Yuyu Kangkang : Itu masalah mudah. Aku bisa membantu kalian. Tapi dengan satu syarat. Setelah aku sebrangkan di ujung sana, satu persatu dari kalian harus mau aku cium sebagai imbalannya. Gimana ? Mau tidak ???.

Klenting Hijau : Mau ajalah kak’ ?!.

Klenting Biru : Iya kak’, daripada kita tidak sampai ke rumah Pangeran. Lagian kan Cuma dicium aja !.

Klenting Merah : Ya udalah Yuyu Kangkang, kita setujutapi kita beneran akan kamu sebrangkan kan ?.

Yuyu Kangkang : Ya pastilah, ya udah sekarang naiklah disini. Pegangan kalau tidak kalian akan terjatuh ka lautan.

SCENE 8 ( kenjeran )

Setelah samapai di ujung. Sesuai janji sebagai imbalannya mereka harus mau di cium Yuyu Kangkang. Dan para klenting itu melanjutkan perjalanannya menuju rumah Pangeran. Sedangkan, Yuyu Kangkang kembali ketempat semula. Lalu datanglah klenting kuning. Dia juga sama seperti klenting-klenting yang lain. Dia bingung naik apa untuk mengarungi lautan ini.

Yuyu Kangkang : Hay gadis…..? Apakah kamu juga akan menyebrang lautan ini?

Klenting Kuning : Ya, tapi aku bingung bagaimana caranya agar kita bisa sampai ke ujung sana karena aku harus secepatnya menuju rumah Pangeran.

Yuyu Kangkang : Tenang, aku bisa membantumu untuk menyebrang lautan ini. Tapi dengan satu syarat. Setelah sampai di ujung kamu harus mau aku cium sebagai imbalannya. Karena kamu aku antar. Gimana mau tidak ?.

Klenting Kuning : Baiklah Yuyu Kangkang, aku terima tawaranmu. Sekarang cepat antarkan aku.

Yuyu Kangkang : Sekarang peganglah tanganku. Kita akan terbang urutan menyebrangi lautan ini.

SCENE 10 ( kenjeran )

Sesampai di ujung Yuyu Kangkang menagih janji Klenting Kuning. Ketika hendak menciumnya, Klenting Kuning mengeluarkan entong dari sela bajunya lalu Klenting Kuning memukul kepala yuyu Kangkang dengan entong tersebut. Akhirnya yuyu kangkang pergi menjauh dari Klenting Kuning. Sesampai dirumah Pangeran, klenting kuning bertemu dengan kakaknya. Ternyata syaimbara itu akan segera dimulai.

Andhe – andhe lumut : Selamat siang para klenting – klenting ? Saya sengaja mengadakan syaimbara ini untuk mencari permaisuri yang akan saya nikahi. Syaimbaranya mudah, siapa saja yang bisa mencabut lidi ini dari tempatnya, maka dailah yang terpilih menjadi permaisuriku. Sudah paham peraturannya ?.

Para Klenting : kita paham Pangeran…..

Klenting Merah : Bolehkah saay dulu yang mencabut lidi itu dari tempatnya ??

Andhe – andhe lumut : Silahkan….? nanti bergantian, setelah ini silahkan Klenting hijau, lalu Klenting biru menyusul. Dan Klenting Kuning kamu terakhir, karena kamu datangnya terakhir. Ya sudah sekarang silahkan dimulai.

Klenting Merah : Terima kasih Pangeran !!.

( Klenting Merah mencoba mencabut lidi itu keluarkan seluruh kekuatannya dan dia capek, dia akhirnya mengaku tidak sanggup).

Andhe – andhe lumut : Klenting merah kamu gagal. Silahkan kelnting Hijau giliranmu.

Klenting Hijau : Terima kasih Pangeran…..

( Klenting Hijau pun berusaah mencabut lidi itu tapi dia juga tidak sanggup ).

Andhe – andhe lumut : Kamu juga gagal Klenting Hijau. Sekarang giliranmu Klenting Biru.

Kelnting Biru : Terima kasih Pangearn tampan. Aku pasti bisa mencabut lidi ini. ( Klenting Biru berusaha sekuat tenaga tetapi dia juga gagal seperti kakaknya ).

Andhe – andhe lumut : Ternyata kamu juga gagal Klenitng Biru. Kini yang terakhir giliranmu Klenting kuning.

Klenting Kuning : Sebelum Klenting Kuning mencoba mencabut lidi itu, dia berdoa agar diberi kemudaahn daalm mencabut lidi itu. Akhirnya Klenting Kuning pun mencabut lidi itu ( dengan sekejap lidi itupun terlepas. Klenting Kuning berhasil, kakaknya pun terheranmelihat Klenting Kuning dengan mudah mencabut lidi itu.

Andhe – andhe lumut : Kamu berhasil Klenting Kuning. Berarti kamulah yang terpilih menjadi permaisuriku. Aku akan segera melamarmu. Maukah kamu menikah denganku Klenting Kuning ?

Klenting Kuning : Tentu saja mau Pangeran. Saya mau menjadi Permaisuri Pangeran.

( karena merasa kalah para Klenting yang lain pergi meninggalkan rumah Pangeran. Lalu Pangeran melamar Klenting Kuning. Dan menikahlah mereka dan hidup mereka hingga akhir hayat mereka berdua).

SCENE 11 ( kenjeran & wukir )

Sesampai di ujung Yuyu Kangkang menagih janji Klenting Kuning. Ketika hendak menciumnya, Klenting Kuning mengeluarkan entong dari sela bajunya lalu Klenting Kuning memukul kepala yuyu Kangkang dengan entong tersebut. Akhirnya yuyu kangkang pergi menjauh dari Klenting Kuning. Sesampai dirumah Pangeran, klenting kuning bertemu dengan kakaknya. Ternyata syaimbara itu akan segera dimulai.

Andhe – andhe lumut : Selamat siang para klenting – klenting ? Saya sengaja mengadakan syaimbara ini untuk mencari permaisuri yang akan saya nikahi. Syaimbaranya mudah, siapa saja yang bisa mencabut lidi ini dari tempatnya, maka dailah yang terpilih menjadi permaisuriku. Sudah paham peraturannya ?.

Para Klenting : kita paham Pangeran…..

Klenting Merah : Bolehkah saay dulu yang mencabut lidi itu dari tempatnya ??

Andhe – andhe lumut : Silahkan….? nanti bergantian, setelah ini silahkan Klenting hijau, lalu Klenting biru menyusul. Dan Klenting Kuning kamu terakhir, karena kamu datangnya terakhir. Ya sudah sekarang silahkan dimulai.

Klenting Merah : Terima kasih Pangeran !!.

( Klenting Merah mencoba mencabut lidi itu keluarkan seluruh kekuatannya dan dia capek, dia akhirnya mengaku tidak sanggup).

Andhe – andhe lumut : Klenting merah kamu gagal. Silahkan kelnting Hijau giliranmu.

Klenting Hijau : Terima kasih Pangeran…..

( Klenting Hijau pun berusaah mencabut lidi itu tapi dia juga tidak sanggup ).

Andhe – andhe lumut : Kamu juga gagal Klenting Hijau. Sekarang giliranmu Klenting Biru.

Kelnting Biru : Terima kasih Pangearn tampan. Aku pasti bisa mencabut lidi ini. ( Klenting Biru berusaha sekuat tenaga tetapi dia juga gagal seperti kakaknya ).

Andhe – andhe lumut : Ternyata kamu juga gagal Klenitng Biru. Kini yang terakhir giliranmu Klenting kuning.

Klenting Kuning : Sebelum Klenting Kuning mencoba mencabut lidi itu, dia berdoa agar diberi kemudaahn daalm mencabut lidi itu. Akhirnya Klenting Kuning pun mencabut lidi itu ( dengan sekejap lidi itupun terlepas. Klenting Kuning berhasil, kakaknya pun terheranmelihat Klenting Kuning dengan mudah mencabut lidi itu.

Andhe – andhe lumut : Kamu berhasil Klenting Kuning. Berarti kamulah yang terpilih menjadi permaisuriku. Aku akan segera melamarmu. Maukah kamu menikah denganku Klenting Kuning ???

Klenting Kuning : Tentu saja mau Pangeran. Saya mau menjadi Permaisuri Pangeran.

( karena merasa kalah para Klenting yang lain pergi meninggalkan rumah Pangeran. Lalu Pangeran melamar Klenting Kuning. Dan menikahlah mereka dan hidup mereka hingga akhir hayat mereka berdua.

STUDIO PRODUKSI adalah PEMENTASAN PRODUKSI

STUDIO PRODUKSI

adalah

PEMENTASAN PRODUKSI


Teater menjadi studi di (dalam) agung dan pergerakan besar, tetapi Televisi Studio adalah suatu studi di (dalam) pergerakan yang kecil [itu]. [Di mana/jika] di (dalam) teater [yang] kamu [penonton] sungguh menjauhkan diri dari pemain sandiwara, televisi menempatkan pemain sandiwara sangat menutup bahkan kejangan atau gerakan yang paling kecil dicatat. Sehingga perkecualian untuk pemain sandiwara akan berada di cara akting. Dengan perkecualian ini semua disiplin dari teater [berlaku bagi/meminta kepada] studio televisi, lebih semua kebutuhan video yang teknis.

… continue reading this entry.