AKU CINTA DIA PERGI
Keesokan harinya, Devan terbangun dari tidur lelapnya karena Tia adek kesayangannya sudah teriak-teriak minta dianterin ke luar rumah membeli sesuatu buat menambah keindahan yang ada pada koleksi Bunga miliknya. Tapi suasana yang tadinya Gembira berubah menjadi sunyi senyap saat Papa Devan datang menghampirinya dan duduk di kursi kerja miliknya. mirip banget seperti Bos sedang menunggu keputusan anaknya.
” Acara kamu hari ini apa??!! ” Tanya Papa Devan sambil membuka sebuah Map yang ada di mejanya.
” Biasa Pa… Tadi Tia minta tolong buat dianterin keluar.. paling juga beli pupuk dan semuanya.. ” Jawab Devan begitu santai sambil mengambil handuk yang ada di lemari pakaiannya.
” Cuma itu aktifitas kamu..” Bentak Papa Devan ketus sambil melempar Map yng tadi di bacanya.
Muka Devanpun langsung merah padam, Seperti orang yang siap memakan orang. memang dari dulu Devan dan Papanya tidak pernah akur bahkan untuk hal yang sepele sekalipun.
” Maksud Papa apa??!! Bukannya Papa yang selalu sibuk dengan semua aktifitas yang bisa di bilank sangat menyita waktu…” Balas Devan panas.
” Oke… Papa memang tidak pernah ada waktu buat kalian tapi papa disini seperti ini hanya untuk buat kamu anak papa yang paling Papa sayangi… Gak ada yang penting selain itu..” Jelas Papa Devan mulai mereda.
” Terus kenapa Papa Disini… Bukannya Papa ada meating di New York..” Tanya Devan santai tidak peduli dengan perasaan Bokapnay itu.
” Oh ya Papa lupa menyampaikannya…” Papa Devan mengambil sesuatu dari kantongnya, lalu memberikannya kepada Devan, Devan menerimanya dengan santai tidak peduli denghan apa yang terjadi.
” 2 Minggu lagi kamu harus kuliah Di Oxford.. Papa tidak mau tau kamu mau apa tidak..yang penting kamu berangkat kesana dan siap buat menggantikan Papa..”
Papa Devan setelah berkata cukup dikit itu langsung pergi meninggalkan Devan dikamarnya. Devan menghela nafas panjang, Nampak raut wajahnyapun kacau. Di lihatnya lagi brosur Oxford yang sangat menewan itu kemudian menyobeknya menjadi beberapa bagian Dan merebahkan badannya di atas ranjang tempat tidurnya.
Beberapa menit kemudian Tia menuju ke kamar Devan dan membangunkan devan yang sedang tidur. Tia mengomel ini itu ketika Devan Bangun tapi Setelah bangun Devan hanya terduduk tanpa berbicara sepatah katapun langsung menuju kamar mandi dan menyiram tubuhnya dengan air yang begitu dingin.