Sungguh Hidup ini begitu tidak bisa di tebak. Berawal dari mimpi yang aneh gue bisa keluar dari kota gue yang paling gue cintai “ Surabaya “. Mimpi yang menurut gue bukan hanya sembarang mimpi. Mimpi yang hingga sampai saat ini masih gue pikirin baik atau buruk untuk gue dalam kehidupan selanjutnya. Dalam mimpi itu, Gue berada di suatu tempat yang sangat asing banget buat gue. Banyak banget yang berkumpul, Entahlah acara apa namanya juga mimpi. Tak berapa ada seorang wanita karir yang mengajak gue menuju suatu tempat, gue belum kenal dia karena wajahnya tidak terlihat. Wanita itu mengajak gue ke suatu tempat, Kita mengobrol juga bersama salah seorang Laki-Laki yang cuek tapi terlihat sangat sholeh karena rajin beribadah, Temannya. Dalam mimpi itu gue ngerasain apa yang namanya kehidupan, Karena gue entah mengapa bisa merasa nyaman dan merasa sangat dekat atas mimpi itu hingga akhirnya gue terkenang sama mimpi itu dan beberapa Bulan, Mimpi itu memang kenyataan.
Kejadiannya di Subang, Tempat Lelang yang ada di mimpi Gue sewaktu gue masih di surabaya. Tempat yang jauh dari pikiran, Tempat yang sangat Jauh dari angan. Disitu mimpi gue terealisasikan dengan benar, Sesuai detail. Yang berbeda hanya saat bermimpi, Kita hanya melihat saja dan terbangun mencoba memahami “ Ada apa? ” Tapi bila dalam alam nyata, Gue tengah berkecimpung bersama mereka berdua, melakukan sesuatu yang baru sebulan gue kuasai. Wanita karir yang gue ceritakan dan terlihat Perfektionist namanya Indah dan Lelaki itu bernama sesuatu yang gue lupakan a.ka. tidak ingat. Kami terlihat akrab, Walau sedikit-sedikit gue bertengkar mulut dengan bang yang gue lupakan. Mb Indah ngajari gue banyak Hal, Ngajari gue sesuatu yang seketika nguatin gue saat merasa sendiri dikota orang, Tiada teman dan Yang ada hanyalah sesuatu yang berakhir dengan pencarian kesalahan.
Dari sebuah mimpi ini gue dapat hikmah yang menurut gue sangat Berarti. Hidup itu hanya seperti Kita Berdoa, Menangis dan Tertawa. Kita tidak pernah tahu akan seperti apa masa depan itu, Entah mungkin kehidupan berbalik 800 Ribu derajat kenormalan ataukah tidak berubah sama sekali. Kita hanya harus selalu Yakin, Tuhan memberi apa yang kita butuhkan, Bukan yang kita Inginkan.





